Trip to Gunung Kawi
TRIP TO GUNUNG KAWI
YES! Akhirnya hari Jumat datang. Jumat tanggal 17 Oktober
2014. Jumat dimana petualangan di mulai. Petualangan bersama Kiddie Bergombol.
*Jam dua belas siang di
kos tercinta sebelum Listening class. “ Bawa apa aja eh?
Jaket? Kaos? Celana? Oh
iyah ingetin nanti bawa pelembab wajah sama facial foam juga ya? “ Aku sibuk
mengemas barang sedangkan Lia, Mega, dan Reva hanya bengong melihat ku. “
Banyak betul bawaan mu, El? “ kata Reva. “Astaga apanya sih? Orang ini loh
dikit banget, bajunya aja yang tebel jadi keliatan banyak.” Jawab ku.
*Jam satu lebih lima
belas siang di gedung D7 di depan kelas. “Wus kita udah kayak petualang beneran
ya?” ngobrol sama Naima, Ifa. “ Bawaan mu banyak betul sih. El? “ Tanya Naima.
“Ini loh ada jaketnya Lia makanya keliatan gede task ku, Naim.” Nada ngeles.
“Kalian mau kemana rek?”, Tanya Ria. Dengan wajah meyakinkan aku jawab “ kita
mau ke Jogja!” ( terpaksa bohong karena suatu alas an dan parahnya Ria percaya
dengan ucapan ku).
*Jam setengah tiga sore kelas
listening berakhir. Yey, ayo berangkat ke Kawi!
Mobilnya datang! Supirnya belum datang. Supirnya si Sandy.
Sekitar jam setengah empat sore supirnya dating dengan wajah tak berdosa
padahal dia kan udah ngaretttt hampir satu jam. Aku duduk di belakang bareng
Naima dan Silvi. Kursi tengah di isi Prisca, Lia, Ifa. Kursi depan Sandy (
supir ) dan Mega. Mobil kedua di isi Widi, Jane, Flo, Nuril, sama Bibi ( supir
).
Oh iyah, tujuan petualangan kali ini sebenernya bukan ke
Gunung Kawinya sih. Ngapain coba? Mau nyari pesugihan? OMG, hello! Tujuannya
mau nginep sekaligus liburan di rumah neneknya Mega. Di desa sumber dem yang
kebetulan deket banget sama Gunung Kawi.
Kami berangkat sekitar jam empat sore. Target sih bakal
sampai Kawi jam enam sore. Eh ternyata melesettt bung. Kami sampai di Kawi
sekitar pukul setengah delapan malam setelah melalu serangkaian kejadian yang
melelahkan dan menyenangkan selama di perjalanan.
*Kejadian pertama, mobil si Bibi ketinggalan jauh karena Bibi
itu suantai banget kalo nyetir. Nah sedangkan si Sandy kalo nyetir udah berasa
kayak di film The Fast and The Forious.
*Kejadian kedua, kita nunggu rombongan mobil Bibi di jalan
Jali Bar lamaaaaaaa banget. Untuk mengusir kebosanan kami main tebak lagu,
sampai selfie – selfie.
* Kejadian ketiga, kita udah nunggu lama banget kan ya di
Jali Bar. Pas rombongan mabil BiBi keliatan eh parahnya mereka malah belok kea
rah yang salah. Akhirnya mobil kami putar arah mbuntutin mobil Bibi. Membimbing
mereka dari arah yang salah menuju arah yang benar ( apaan sih El --..-- )
* Kejadian ke empat, entah kenapa aku bersa jadi wartawan
yang memantau keberadaan mobil rombongan Bibi. “ mobil Bibi mulai jauh bung,
kurangi kecepatan. Kita kehilangan jejak bung.” “Mobil Bibi aman bung, mereka
sudah bias mengimbangi kecepatan kita.” ( believe me itu aku ngomong sambil
menghadap ke belakang. Menghadap ke mobil Bibi yang ada di belakang mobil kami.
Demi apa coba? Kanan kiri jalan itu gelap banget. Serem meennn ( lebay dikit
ya).
*Kejadian kelima, Akhirnya sampai juga di desa sumber dem.
Tapi yang bikin agak dongkol itu kami di mobil satu sangat mencemaskan keadaan
orang – orang di mobil dua. Eh malah orang – orang di mobil kedua asyik
karaokean dan turun dari mobil dengan wajah tanpa dosa.
Akhirnya sampai! Kedatangan kami disambut hangat oleh
keluarga Mega ( duh jadi terharu deh ). Engga perlu banyak basa – basi karena
udah terlalu lapar dengan senang hati kami menyantap makanan yang sudah di
sediakan oleh keluarga Mega. Singkong goeng yang enak. Kerupuk dua toples besar.
Kacang goring dua toples besar. Telur bumbu bali. Ikan yang di balut tepung.
Tempe goring. Sayur santang, dan masih banyak lagi. Pokoknya kalo di sana
asupan gizi terjamin deh. Tapi menu yang paling favorit adalah kacang goreng
dan kerupuk. Aku, Widi, dan Flo suka banget ngemil kerupuk. Naima, Silvi, dan
Bibi suka bange memamah biak kacang goreng.
Setelah acara makan – makan kami
ngantri kamar mandi sambil nonton TV. Trending topic saat itu pernikahannya
Raffi Ahmad sama Nagita Slavina. Entah kenapa habis mandi malah ngantuk berat.
Efek kekenyangan mungkin. Jadi aku berinisiatif buat ngambil bantal dan tiduran
di kursi depan TV. Wuishh, pas bangun langsung shock gara – gara aku tidur (
lebih tepat nya ketiduran ) di kursi belakang sendirian langsung aja move nyari
teman tidur. Di lantai depan TV ada Naima, Lia, Jane. Di kursi depan TV Cuma
ada Nuril. Di kamar satu ada Sandy sama Bibi. Di kamar dua ada Mega sama
Prisca. Di kamar tiga ada Ifa, Widi, Flo, sama Silvi. Tanpa piker panjang aku
langsung bergabung tidur berjubel dengan Naima, Lia, dan Jane.
Pagi. Udara di sana sangat sejuk.
Panas sih tapi panasnya masih sejuk. Beda sama panasnya di Malang yabg sangat
amat menyengaaattttt. Agenda di pagi hari setelah sarapan adalah jalan – jalan
ke kompleks Tiong Hoa di Kaki Gunung Kawi. Haiissshhh, lagi – lagi rombongan
mobil Bibi nyasar.
Tiket masuknya kalo engga salah tiga
ribu rupiah per orang dan parkir mobilnya limaribu rupiah per mobil. Huwaw,
kita harus jalan kaki dan jalannya itu menanjak. Encok pemirsah. Tapi emang
sepadan sih sama pemandangannya. Sayangnya kami engga berani naik ke atas
soalnya ada larangan dan tata tertib yang harus di taati. So, kami Cuma foto –
foto di sekitar kompleks Tiong Hoa.
Pulang! Hari Sabtu setelah puas
berkeliling di Komplek Wisata Gunung Kawi kami kembali ke rumah neneknya Mega.
Makan siang. Solat. Bersiap – siap untuk kembali meluncur ke Malang. Rasanya
itu engga pengen balik tapi karena tuntutan sebagai mahasiswa kami harus segera
balik. Sekitar pukul dua siang kami meluncur kembali ke Malang.
Setengah perjalanan aku Cuma tidur.
Capek. Haus. Panas, padahal AC udah di hidupkan lohh. Setengah perjalanan lagi
entah kenapa pas Ifa puter lagu “All of Me” dari playlistnya, aku ikutan nyanyi
pakai suara ala – ala penyanyi seriosa. Sivi dan Naima juga ikutan nyanyi pakai
suara seriosa. Alhasil semua pada ngakak soalnya suara kami ancur banget.
Bahkan si Sandy yang sebelumnya cuma diem tiba – tiba nyelatuk “ Itu bukan
nyanyi seriosa tapi orang lagi kesurupan.”
Whoaa akhirnya sampai di Malang,
lebih lepatnya di kos Mega. Itupun kami engga langsung balik. Aku, Ifa, Naima,
Silvi, Mega, Widi, dan Flo ngelanjutin petualangan ke ToastStory. Panasss men.
Pengen minum dan makan yang seger – seger. Selepas sholat magrib kami bertujuh
jalan kaki rame – rame menuju ToastStory di jalan Bonowoso. Jalan kaki men, pas
malam minggu lagi. Seneng deh pokonya. Akhirnya sampai kos jam setengah delapan
malam. Lelah banget. Tapi juga seneng banget.
Terimakasih Mega beserta keluarga.
Terimakasih Kiddie. You are source of HAPPINESS. Petualangan kita harus
berlanjut ya gaes :D
Komentar
Posting Komentar