Trip to Pantai Pasir Panjang Ngeliyep dan Pantai Jonggring Saloko
“Kamu engga pengen liburan, El?” Tanya Lia. “ Kemana, Li?
Pantai ayo. Aku pengen ke pantai mumpung kulit ku udah item jadi biar sekalian
item.” “ Ke pantai mana ya enaknya? Sama siapa aja ya? Oh kamu sama Dhimas ya?
Aku nanti sama temen ku.” “Ha? Dhimas? Err, kamu aja ya yang nanya. Aku agak
gimana gitu kalo nanya dia.” “Oke deh, bias diatur.” Lia menyanggupi.
Tanpa babibu akhirnya hari Sabtu, 25 Oktober aku, Dhimas.
Lia, dan Deni ( temennya Lia ) jalan – jalan ke pantai. Aku di bonceng Dhimas.
Awalnya agak canggung sih. Aneh. Engga nyaman juga. Tapi mau gimana lagi, aku
pengen liburan. Kami janjian dengan Lia di depan SMKN 4 Malang. Janjian nya sih
jam tujuh pagi. Tapi ngarettt. Jam delapan Lia baru dating bareng temennya,
Deni. Tanpa buang waktu kami meluncur menuju pantai. Awalnya aku sama Dhimas
engga tau tujuannya mau ke pantai apa dan di mana, nurut Lia aja deh. Dia guide
kita.
Setelah hampir dua jam mengendarai motor akhir bau pantai mulai
tercium. Pantai Ngliyep. Keren banget pemirsah. Bersih. Airnya biru. Ombaknya
lumayan besar, Pasirnya unik. Aaaaaa keren deh. Harga tiket masuknya sepuluh
ribu rupiah per orang dan parkir motornya tiga ribu rupiah.
Kami engga lama di sana. Cuma sekitar dua jam. Sebenernya
pengen lama – lama di sana. Mandi. Main air. Selfie. Tapi si Deni ngajak kami
ke pantai lain yang katanya jauh lebih bagus. Deni sudah memperingatkan kami
kalau jalan akses menuju pantai kedua ini engga semulus jalan ke pantai
Ngliyep. Berbatu terjal. Banyak tikungan. “ Aku mah nurut Dhimas aja. Dhimas
kan supir ku.” Jawab ku pas Lia nanya kepastian buat berangkat ke pantai ke
dua.
Dhimas menyanggupi. Kami berangkat. Pantai yang kami tuju
namanya Pantai Jonggring Saloko. Ohh men, jalannya horror banget. Batu – batu
terjal di mana – mana. Engga ada yang namanya aspal mulus. Yang ada hanya jalan
yang berlubang. Banyak tikungan. Tapi pemandangan di kanan dan kiri jalan indah
banget. Berasa kayak di Jepang. Banyak daun yang gugur tertiup angin. Pepohonan
yang rimbun.
Akhirnya kami sampai! Kami di sambut oleh dua petugas penjaga
pantai di sana. Bapak – bapaknya sangat baik. Kami bahkan di suguhi air kelapa
muda fresh dari pohonnya. Harga tiket masuknya hanya empat ribu rupiah per
orang. Tapi kami hanya di suruh bayar dua belas ribu rupiah saja untuk empat
orang.
Believe me gaes, rasa capek yang ada langsung ilang seketika
pas ketemu sama pantai ini. Indaaahhhhhhhh banget. Keren banget. Jauh lebih
keren dari pantai Ngliyep. Banyak biota laut di tepi pantai Jonggring Saloko.
Bintang laut, siput laut, kepiting, ikan – ikan kecil. Karang yang indah ada di
mana – mana. Air yang bersih. Pokonya kereennnnnn banget deh. Semua nya
sebanding sama perjuangan yang harus kami tempuh sebelumnya.
![]() |
| Pantai Ngliyep |
![]() |
| Pantai Ngliyep |
![]() |
| Pantai Jonggring Saloko |






ajib...ditempat terpencilpun ada tiket masuk.
BalasHapusmantab.
hahaha
sekaligus ironi ya... kasian yg jaga..sepi banget.
Recommended banget buat liburan di Pantai Ngeliyep atapun Pantai Jonggring Saloko #VisitMalang
BalasHapus